Senin, 12 Februari 2018

Take & Give ?


Halo guys, pada postingan saya kali ini akan membagikan sedikit cerita tentang Take & Give.
Ya Menerima dan memberi, Pastinya dalam hidup kita sering kali menerima sesuatu dari orang lain begitupun saat kita memberikan sesuatu pada orang.
Entah itu berupa uang ataupun barang, tapi yang perlu di cermati pada tema kita. Kita jangan sampai lupa untuk memberi. Kenapa si kita harus memberi? bukannya lebih enak menerima aja yang gratis gratis? hehe 
Dalam setiap agama diajarkan untuk memberi atau beramal. 
Menerima tanpa memberi itu seperti kalian mendapatkan sesuatu dengan gratis, dan kalian mendapatkan sesuatu tanpa memberi apa-apa, tetapi hal ini adalah menipu. Karma selalu ada di sana.




Saya pernah mendengar "Sedikit memberi tidak akan membuat kita jatuh miskin"
Arti dari kata tersebut adalah Dengan sedikit memberi dari apa yang kita punya untuk orang yang membutuhkan tidak akan membuat kita kekurangan.
Saya sering kali melihat disekitar kita mereka lupa untuk memberi saat menerima sesuatu.


Sudah menjadi sifat alamiah manusia jika maunya hanya menerima atau mendapat, tapi tidak mau kehilangan atau memberi.  Kita berpikir bahwa semakin kita berhemat untuk diri sendiri, ditambah dengan menerima dari orang lain, maka kita akan semakin bertambah-tambah dan berkelimpahan.  Itu yang ada dalam pemikiran manusia dan juga menjadi prinsip hidup orang dunia.
Dan juga dari beberapa artikel yang saya baca, saat kita memberi kepada orang lain akan membuat perasaan kita menjadi lebih bahagia. 

Berikut adalah hal yang saya pelajari ketika saya memilih untuk memberi.

1. Memberi menolong kita untuk belajar merasa cukup

"Apakah aku benar-benar memerlukan uang ini?” Itu adalah pertanyaan yang sering aku tanyakan kepada diriku setiap kali aku merasa sulit untuk memberi. Beberapa tahun lalu, aku membuat sebuah komitmen untuk tidak membeli baju, celana, atau sepatu baru kecuali aku benar-benar memerlukannya. Keinginanku untuk mempunyai lebih banyak pakaian seringkali muncul dari benakku untuk tampil lebih bagus di depan orang agar mendapat pujian hehe. 

Seiring waktu, aku dapat menggunakan uangku untuk hal-hal yang memang benar-benar dibutuhkan. Aku mengenal seorang wanita tua yang berjualan tissue di pinggir jalan untuk bertahan hidup. Secara ekonomi, mungkin dia lebih miskin dariku. Namun dalam kesehariannya, dia memberi dengan murah hati dan sukacita kepada orang-orang yang membutuhkan, meskipun dia juga tidak memiliki banyak. Jika dilihat dari sisi tersebut, dia adalah seorang yang kaya, dan contoh yang dia berikan menginsiprasiku untuk memberi lebih banyak.

Kadang, aku dapat memberinya sejumlah uang tanpa perlu berpikir panjang. Namun ada saat-saat yang lain ketika aku enggan untuk memberi karena aku merasa aku tidak punya cukup uang. Dalam momen-momen tersebut, aku bertanya kepada diriku sendiri, “Apakah aku benar-benar membutuhkan uang ini?” Itulah ketika aku menyadari bahwa wanita itu lebih memerlukan uang itu daripada aku.

2. Ketika semua orang memberi, semua orang menerima

Ini adalah logika sederhana. Jika semua orang mau menerima tapi tidak mau memberi, siapa yang akan memberi kepada mereka? Namun jika semua orang memilih untuk memberi satu sama lain, semua orang akan menerima. Bukankah itu adalah solusi yang terbaik?

3. Memberi membuat kita percaya pemeliharaan Tuhan

Setiap kali aku takut bahwa aku akan kekurangan setelah aku memberi, Tuhan akan datang memeliharaku dengan cara-Nya yang indah di waktu yang tepat. Cara dan waktu Tuhan bekerja mungkin tidak selalu persis seperti yang aku harapkan, namun aku telah melihat kesetiaan-Nya dalam memeliharaku lagi dan lagi. Sehingga aku tidak takut akan kekurangan.

4. Memberi adalah anugerah Tuhan

Pernahkah kamu menyembah Tuhan dalam pujian dengan penghayatan dan keyakinan bahwa inilah alasan mengapa kamu diciptakan—untuk memuji Dia? Aku pernah. Dalam momen-momen tersebut, aku merasa seperti telah memenuhi tujuan hidupku dan dipenuhi oleh rasa syukur yang berlimpah kepada Tuhan karena Dia telah menciptakanku sehingga aku dapat menikmati karunia indah yang diberikan-Nya ini yang memampukanku untuk menyembah Dia dengan sukacita.

Bayangkan jika kamu begitu dikasihi oleh seseorang namun kamu tidak dapat membalas kebaikannya. Betapa menyedihkan! Jika kita menerima kasih dan kebaikan seseorang, tentunya kita ingin mampu membalas kasih dan kebaikan yang begitu besar yang telah diberikannya kepada kita. 

Memberi adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan kepada kita. Jadi, memberilah dengan sukacita, dan bukan dengan sedih hati atau karena paksaan.


Jadi mungkin itu hal yang bisa saya share kepada kalian di postingan kali ini. 
Have a nice day :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar