Selasa, 27 Februari 2018

Memilih pasangan yang tepat

Hai guys, kali ini saya akan memberi sedikit masukan dan sharing untuk kalian yang sedang mencari pasangan nih!

Mungkin kamu adalah satu dari jutaan orang yang sudah berkali-kali berpacaran tetapi hubungan tersebut selalu saja kandas dengan berbagai alasan
Ya, banyak banget temen saya yang akhirnya menyesal saat mereka punya pasangan yang tidak cocok.
Pada akhirnya mereka hanya menjalin hubungan main-main, selingkuh yang ujungnya putus.
Kasian bangetkan kalo salah satunya udah sayang beneran eh malah dimainin gitu aja.

Memang jaman sekarang tuh susah bedain yang Tulus dan Modus.

Menemukan pasangan yang tepat merupakan impian semua orang, tidak hanya untuk orang-orang yang single saja, tetapi juga untuk orang-orang yang sudah  berkali-kali pacaran namun sayangnya hubungannya harus kandas dengan berbagai alasan, atau bahkan orang yang sudah memiliki pacar tetapi merasa pasangannya bukanlah orang yang tepat.

Semua orang pasti memiliki kriteria tertentu dalam memilih pasangan.
Hanya saja kadarnya berbeda-beda.




Nah berikut tips yang bisa kalian jadikan pedoman saat memilih pasangan :

1. Usahakan seiman
Dalam memilih pasangan hidup memang sebaiknya mempunyai iman yang sama.
Memang, cinta tidak pernah mengenal kasta, tahta, maupun agama.
Tapi ketika pasangan hidup Anda mempunyai keyakinan yang berbeda, cenderung akan membawa dampak kurang baik bagi kehidupan Anda nantinya.

2. Kenali diri sendiri itu penting.
Sebelum mulai mencari pasangan hidup sehati, sebaiknya kenali lebih dalam siapa dan seperti apa diri Anda.
Dengan mengetahui karakter dan sifat yang ada dalam diri, Anda akan tahu pasangan hidup dengan karakter dan sifat seperti apa yang cocok dengan diri Anda.
Jika merasa kesulitan untuk mengetahui lebih mendalam tentang diri Anda sendiri, coba tanyakan kepada sahabat atau saudara yang dekat dengan Anda.
Mereka pasti akan membeberkan seperti apa diri Anda dalam pandangan mereka.
Jangan langsung baper kalau mereka menyebut kejelekan atau kekurangan Anda.
Karena dari situlah Anda akan tahu bahwa pasangan yang harus didapatkan adalah yang bisa menutup kekurangan yang Anda miliki.
Begitu pula sebaliknya, Anda harus bisa menutupi kekurangan yang dimiliki calon pasangan hidup Anda.

3. Ketahui Latar belakang calon pasanganmu.
Pepatah mengatakan "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya", ini artinya sifat-sifat atau nilai-nilai dari orangtua akan diturunkan pada anaknya. jika orangtuanya baik maka anaknya akan baik juga, begitupun sebaliknya.
Namun tidak menutup kemungkinan bahwa ada yang orangtuanya baik tapi anaknya tidak baik, begitupun sebaliknya.
Jadi ada bagusnya kalian untuk memilih pasangan yang latar belakangnya baik.

Itulah beberapa tips memilih pasangan hidup yang bisa menjadi pertimbangan.

Jodoh memang sudah disediakan oleh Tuhan. Tapi Anda juga harus berupaya menjemputnya.
Karena itu Anda harus mengetahui cara yang tepat dalam memilih pasangan hidup.
Jangan sampai terlihat bagus di awal tapi ternyata buruk di akhir.

Have a nice day :)

Senin, 12 Februari 2018

Take & Give ?


Halo guys, pada postingan saya kali ini akan membagikan sedikit cerita tentang Take & Give.
Ya Menerima dan memberi, Pastinya dalam hidup kita sering kali menerima sesuatu dari orang lain begitupun saat kita memberikan sesuatu pada orang.
Entah itu berupa uang ataupun barang, tapi yang perlu di cermati pada tema kita. Kita jangan sampai lupa untuk memberi. Kenapa si kita harus memberi? bukannya lebih enak menerima aja yang gratis gratis? hehe 
Dalam setiap agama diajarkan untuk memberi atau beramal. 
Menerima tanpa memberi itu seperti kalian mendapatkan sesuatu dengan gratis, dan kalian mendapatkan sesuatu tanpa memberi apa-apa, tetapi hal ini adalah menipu. Karma selalu ada di sana.




Saya pernah mendengar "Sedikit memberi tidak akan membuat kita jatuh miskin"
Arti dari kata tersebut adalah Dengan sedikit memberi dari apa yang kita punya untuk orang yang membutuhkan tidak akan membuat kita kekurangan.
Saya sering kali melihat disekitar kita mereka lupa untuk memberi saat menerima sesuatu.


Sudah menjadi sifat alamiah manusia jika maunya hanya menerima atau mendapat, tapi tidak mau kehilangan atau memberi.  Kita berpikir bahwa semakin kita berhemat untuk diri sendiri, ditambah dengan menerima dari orang lain, maka kita akan semakin bertambah-tambah dan berkelimpahan.  Itu yang ada dalam pemikiran manusia dan juga menjadi prinsip hidup orang dunia.
Dan juga dari beberapa artikel yang saya baca, saat kita memberi kepada orang lain akan membuat perasaan kita menjadi lebih bahagia. 

Berikut adalah hal yang saya pelajari ketika saya memilih untuk memberi.

1. Memberi menolong kita untuk belajar merasa cukup

"Apakah aku benar-benar memerlukan uang ini?” Itu adalah pertanyaan yang sering aku tanyakan kepada diriku setiap kali aku merasa sulit untuk memberi. Beberapa tahun lalu, aku membuat sebuah komitmen untuk tidak membeli baju, celana, atau sepatu baru kecuali aku benar-benar memerlukannya. Keinginanku untuk mempunyai lebih banyak pakaian seringkali muncul dari benakku untuk tampil lebih bagus di depan orang agar mendapat pujian hehe. 

Seiring waktu, aku dapat menggunakan uangku untuk hal-hal yang memang benar-benar dibutuhkan. Aku mengenal seorang wanita tua yang berjualan tissue di pinggir jalan untuk bertahan hidup. Secara ekonomi, mungkin dia lebih miskin dariku. Namun dalam kesehariannya, dia memberi dengan murah hati dan sukacita kepada orang-orang yang membutuhkan, meskipun dia juga tidak memiliki banyak. Jika dilihat dari sisi tersebut, dia adalah seorang yang kaya, dan contoh yang dia berikan menginsiprasiku untuk memberi lebih banyak.

Kadang, aku dapat memberinya sejumlah uang tanpa perlu berpikir panjang. Namun ada saat-saat yang lain ketika aku enggan untuk memberi karena aku merasa aku tidak punya cukup uang. Dalam momen-momen tersebut, aku bertanya kepada diriku sendiri, “Apakah aku benar-benar membutuhkan uang ini?” Itulah ketika aku menyadari bahwa wanita itu lebih memerlukan uang itu daripada aku.

2. Ketika semua orang memberi, semua orang menerima

Ini adalah logika sederhana. Jika semua orang mau menerima tapi tidak mau memberi, siapa yang akan memberi kepada mereka? Namun jika semua orang memilih untuk memberi satu sama lain, semua orang akan menerima. Bukankah itu adalah solusi yang terbaik?

3. Memberi membuat kita percaya pemeliharaan Tuhan

Setiap kali aku takut bahwa aku akan kekurangan setelah aku memberi, Tuhan akan datang memeliharaku dengan cara-Nya yang indah di waktu yang tepat. Cara dan waktu Tuhan bekerja mungkin tidak selalu persis seperti yang aku harapkan, namun aku telah melihat kesetiaan-Nya dalam memeliharaku lagi dan lagi. Sehingga aku tidak takut akan kekurangan.

4. Memberi adalah anugerah Tuhan

Pernahkah kamu menyembah Tuhan dalam pujian dengan penghayatan dan keyakinan bahwa inilah alasan mengapa kamu diciptakan—untuk memuji Dia? Aku pernah. Dalam momen-momen tersebut, aku merasa seperti telah memenuhi tujuan hidupku dan dipenuhi oleh rasa syukur yang berlimpah kepada Tuhan karena Dia telah menciptakanku sehingga aku dapat menikmati karunia indah yang diberikan-Nya ini yang memampukanku untuk menyembah Dia dengan sukacita.

Bayangkan jika kamu begitu dikasihi oleh seseorang namun kamu tidak dapat membalas kebaikannya. Betapa menyedihkan! Jika kita menerima kasih dan kebaikan seseorang, tentunya kita ingin mampu membalas kasih dan kebaikan yang begitu besar yang telah diberikannya kepada kita. 

Memberi adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan kepada kita. Jadi, memberilah dengan sukacita, dan bukan dengan sedih hati atau karena paksaan.


Jadi mungkin itu hal yang bisa saya share kepada kalian di postingan kali ini. 
Have a nice day :) 

Selasa, 06 Februari 2018

Hujan ...

Halo, beberapa hari ini Jakarta sering turun Hujan. Dan saya mencoba berpikir tentang Hujan.
Ya, Pada kali ini saya ingin membagikan cerita tentang Filosofi Hujan.

Pernahkah kalian memikirkan hal-hal baik dari datangnya hujan? Kita pasti sering gembira jika hujan datang setelah kemarau panjang. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita pelajari dari hujan.

Pelajaran tersebut akan berguna untuk hidup kita agar lebih rendah hati, penuh motivasi dan semangat menjalani hidup hari-hari.

Berikut filosofi hujan yang dapat Anda pelajari.

1. Hujan bisa memberi rasa dingin.
Setelah panas seharian, hujan turun membasahi bumi. Cuaca menjadi berubah dan hawa menjadi dingin dan nyaman untuk beristirahat. Semoga dengan menyadari sifat hujan, kita jadi ingat untuk tidak terus memenuhi amarah melainkan lebih bersifat santai menghadapi sesuatu.

2. Meski jatuh berkali-kali, hujan tidak pernah menyerah.
Pernahkah kita sadar kalau hujan itu turun dan jatuh terus. Dari hal itu kita bisa belajar bahwa hujan tetap mencoba meskipun jatuh berkali-kali. Hujan terus turun tanpa menyerah dan itu bisa menjadi pelajaran yang bagus buat kita. Kita harus selalu kuat dan tabah untuk mencapai sesuatu.

3. Hujan turun setelah kemarau panjang. Bukankah kesabaran adalah kuncinya?
Masih ingat dengan kemarau yang berkepanjangan? Bagaimana kalau kemarau itu datang tanpa diselingi oleh hujan. Bumi akan menjadi kering dan tak seindah yang kita tahu. Beruntung bahwa hujan datang setelah kemarau panjang. Kehidupan jadi jauh dari kesulitan dan kesengsaraan. Kita sebaiknya dapat menjadi penolong atau paling tidak penghibur untuk orang yang benar-benar membutuhkan kita.

4. Bau hujan itu menyenangkan. Sederhana dan menenangkan.
Ini bagian yang banyak belum disadari orang. Saat hujan turun ke bumi dan membasahi tanah, maka aroma hujan akan tercium. Baunya sangat menyegarkan dan itu adalah bau hujan. Di dalam hidup, sebaiknya kita belajar untuk menjadi orang yang menyenangkan. Semua orang pasti merasa senang dengan sifat-sifat orang yang menyenangkan.

5. Hujan datang untuk menyejukkan bumi. Bermanfaat bagi material lain.
Meskipun hujan kadang tidak datang, tetapi kedatangan hujan sangat penting. Hujan turun untuk memberikan kesejukan bagi kehidupan manusia di bumi. Sebaiknya kita belajar seperti hujan yang datang dan muncul untuk membawa dan berbagi rasa senang.

6. Hujan turun karena tahu bumi membutuhkan.
Hujan turun disaat bumi memang benar-benar membutuhkannya. Setelah kemarau panjang, hujan tetap akan turun untuk menghijaukan bumi. Kita juga bisa menjadi seperti hujan yang siap membantu teman atau keluarga yang membutuhkan bantuan kita.

7. Banyak orang mengeluh karena hujan. Tapi hujan tetap datang tiap tahunnya.
Meskipun beberapa orang yang mengeluh karena hujan turun, hujan tetap turun. Hal ini pelajaran buat kita bahwa selama itu baik kita tidak perlu takut untuk melakukan sesuatu. Bahkan kita sedang melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain. Jangan berhenti hanya karena beberapa orang tidak suka.

8. Hujan itu tidak kenal waktu.
Hujan turun memang tidak kenal waktu dan mengerti apa yang sedang dilakukan manusia. Hujan adalah anugerah dari yang kuasa. Maka dari itu kita juga seharusnya dapat menerima hujan dan hal baik datang tanpa memaksakan waktu sesuai dengan yang kita inginkan.

So, ya mungkin itu beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari Hujan yang ada.
Segala sesuatu yang ada di sekitar kitapun bisa kita jadikan pelajaran.
Have a nice day! :)

Senin, 05 Februari 2018

Perkenalkan



Halo salam sejahtera bagi kita semua, perkenalkan nama saya Ivan Irwandi.
Lahir di Jakarta pada 11 Juli 1999, bercita-cita menjadi orang yang dapat berguna bagi banyak orang.
Saya kuliah jurusan Manajemen di STIE Wiyatamandala, Jakarta pusat (sebelah Atrium senen).
Di blog saya ini, saya akan membagikan ilmu yang saya punya untuk kalian.
Bisa tentang pelajaran Manajemen ataupun diluar itu seperti membagikan cerita keseharian saya yang mungkin ada makna pembelajaran nya.

Ya seperti yang saya bilang di awal, mari kita mulai membahas Manajemen.

Pertama Ketahui terlebih dahulu apa sih itu makna Manajemen?
Manajemen menurut yang saya baca dan pahami merupakan Ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan Sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan secara Efektif & Efisien.
Dalam Manajemen ada beberapa Bidang, seperti Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber daya manusia, Manajemen pemasaran dan lainnya.
Ya dari namanya saja Manajemen, pasti kita belajar untuk Mengatur agar segala sesuatu yang kita kerjakan menjadi lebih efektif dan efisien.
Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Mungkin itu saja yang saya sampaikan kali ini. Jika ada salah kata dari saya kalian dapat mengkoreksi saya dengan menuliskan yang benar pada kolom komentar.
Terima kasih.